Rabu, 07 November 2012

new!! dirt jump POLYGON 2013




Click on image to zoom

MODEL NAME COZMIC DXP
MODEL CATEGORY DIRT JUMP - SINGLE SPEED, HYDRAULIC DISCBRAKE
SIZE 12” SHORT (555MM) / 12” LONG (570MM)
COLOR MADURA'S BLUE
FRAME CRMO WITH REYNOLD TUBE
FORK MANITOU CIRCUS COMP
REAR SHOCK -


HANDLEBAR POLYGON EXPERT
STEM POLYGON EXPERT
HEADSET FSA IMPACT PC
SADDLE VELO VL-7101
SEATPOST HSIN LUNG SP-181
CRANKSET SAMOX BFC-25S 3PCS
PEDAL KORE RACE COMPOSITE
BOTTOM BRACKET SAMOX AX02-MB-S
CHAIN KMC HL710
CASSETTE SPROCKET INTEGRATED WITH REAR HUB
FRONT DERAILLEUR -
REAR DERAILLEUR -
SHIFTING LEVER
BRAKE LEVER INCLUDE BRAKESET
FRONT BRAKE TEKTRO HDC-300
REAR BRAKE INCLUDE BRAKESET
ROTOR INCLUDE BRAKESET


TYRE SCHWALBE TABLE TOP 26X2.25”
RIM SUNRINGLE RHYNO LITE
SPOKES STAINLESS STEEL
FRONT HUB ALLOY 20MM THRU AXLE
REAR HUB ALLOY QR STANDARD
WHEELSET -

Click on image for more photos

Bersepeda di Ancol Yuk!
Berwisata sekaligus main sepeda di bibir pantai kini bisa diwujudkan bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Beragam fasilitas serta kegiatan bersepeda bagi pengunjung kini telah disediakan oleh Taman Impian Jaya Ancol bekerja sama dengan Polygon. Salah satu diantaranya yakni wahana BIKAHOLIC yang telah diresmikan sejak Februari 2009 kemarin. Fasilitas ini terletak tepat di bagian selatan area Pasar Seni Ancol. Lokasinya persis berada di samping Outbondholic. Di dalam area BIKAHOLIC seluas kurang lebih 100 meter persegi itu, digelar empat lintasan untuk bermain sepeda yang tergolong dalam tingkat terampil. Bagi mereka yang mampu menguasai teknik bersepeda cukup baik, bakal merasa tertantang untuk menjajalnya begitu melihat track tersebut. Suguhan track dirt jump dan pump track yang didesain ulang secara khusus oleh mantan atlet dan pelatih serta tokoh MTB Nasional, Chandra Ariavijaya, ini memang layak diacungi jempol dan siap membetot adrenalin. 

PUMP TRACK
Lintasan pertama berupa area pump track tersebut, membentang sepanjang kurang lebih 150 meter dengan beberapa rintangan bergelombang yang bervariatif. Dimulai dari starting gate setinggi kurang lebih satu setengah meter, setiap pesepeda langsung dapat meluncur menuruni lintasan tanah merah padat.Tak jauh dari situ dua table top segera menyambut. Berikutnya double jump yang cukup rapat sudah menanti dan disusul dengan tikungan miring yang juga bisa dilalui tanpa perlu mengayuh. Lepas dari tikungan kembali disuguhkan rintangan double top dan corner section rapat berbentuk huruf S. Kemahiran Anda menempatkan tubuh yang pas sehingga sepeda dapat terdorong menjadi titik utama bermain di pump track area ini.Saat bermain di area pumping track ini, setiap pesepeda diharapkan tak terlalu banyak menggunakan tenaga kayuhan. Cukup menggunakan tangan dan mengolah gerakan tubuh agar roda sepeda mampu menggelinding hingga ke finish. Di sinilah segenap kemahiran Anda di atas sepeda bakal benar-benar diuji.

DIRT JUMP TRACK
Lintasan kedua yang berada di sebelah area pump track, yakni dirt jump track. Berbeda dengan pump track, tingkat kesulitan yang disuguhkan justru cenderung tergolong mendekati mahir. Tiga obstacle setinggi hampir 2 meter tersedia membujur di atas lintasan lurus sepanjang 75 meter. Agar dapat memperoleh laju kecepatan ideal, telah dipersiapkan starting gate setinggi kurang lebih 3,5 meter pada bagian pangkal lintasan.Saat menaklukan masing-masing obstacle tersebut, tiap pesepeda dapat melakukan lompatan terbaiknya sekaligus menampilkan trik-trik andalan yang dikuasai. Inilah kesempatan terbaik melakukan momen-momen terbang bersama sepeda sembari mengerahkan aneka gaya lompatan terindah. 

FASILITAS PEMINJAMAN
Untuk mempermudah pengunjung yang ingin bermain sepeda di area ini namun kebetulan tak membawa sepeda khusus dirt jump, Polygon dan Ancol telah menyediakan fasilitas peminjaman sepeda. Lokasi peminjaman bernama Bikaholic Pit Stop ini memang tepat berada di area Bikaholic.Di situ terdapat jajaran sepeda Polygon khusus dirt jump beserta paket kelengkapan keamanan (body protector, helm, knee guard, dan lainnya), yang dapat disewa oleh setiap pengunjung dengan harga terjangkau.Fasiltas peminjaman ini beroperasi setiap hari sejak pukul 8 pagi hingga pukul 4 petang. Sepeda-sepeda ini disediakan hanya dapat dipergunakan dalam area Bikaholic, termasuk dirt jump track area, pumping track maupun di BMX freestyle park. Setiap pengunjung diharapkan selalu mengutamakan safety dan menggunakan kelengkapan pengaman tubuh selama bermain sepeda di Bikaholic ini.  - Jam buka: 8.00 - 16.00 WIB  - Harga sewa sepeda : Rp 35.000 (termasuk helm, knee elbow protector, glove full finger) 

BMX FREESTYLE PARK   
Lintasan ketiga merupakan area yang ideal untuk bermain sepeda BMX freestyle, baik street maupun flatland. Di tempat itu terdapat sebanyak 8 obstacle buatan yang memiliki beragam tingkat kesulitan. Pengunjung dapat bebas bermain sepeda BMX maupun MTB di tiap-tiap obstacle buatan yang sudah disediakan tersebut, tanpa dipungut biaya. 

ANCOL COMMUTER
Romansa suasana bersepeda keliling taman dan di tepi pantai sering di gambarkan dalam cerita-cerita romantis dan harmonis; kini dapat dinikmati bagi setiap pengunjung Taman Impian Ancol. Di lokasi wisata pantai ini sudah hadir fasilitas mobilisasi pengunjung di kawasan Ancol Taman Impian berupa sepeda. Pengunjung yang ingin meminjam fasilitas sepeda di kawasan Ancol Taman Impian pun tidak dipungut biaya sewa  atau gratis dengan syarat dan ketentuan tertentu.Fasilitas peminjaman sepeda ini disebut dengan Ancol Commuter dan saat ini disediakan 300 unit sepeda. Untuk pemijaman Gratis tersebut dilayani di tiga lokasi, yaitu : Pintu Gerbang Busway, Outbound/ Pasar Seni Ancol & Pintu Gerbang Carnaval. Khusus di Pantai Carnaval disediakan shelter sebanyak tiga buah dengan fasilitas penunjang yang memadai. Sepeda khusus Ancol Commuter ini dapat digunakan di dalam area wisata Ancol. Untuk lebih memberi rasa aman dan nyaman, saat ini juga telah tersedia jalur khusus sejauh kurang lebih 9 km mengelilingi seluruh kawasan wisata Ancol.Sementara bagi mereka yang ingin menikmati bersepeda secara berdua, sampai ini juga masih disediakan fasilitas sewa sepeda menggunakan sepeda tandem. Khusus untuk sepeda ini diberlakukan tarif sewa tertentu dengan harga cukup terjangkau.

tentang bmx!!

Tentang Sepeda BMX


 
 
 
 
Tahukah anda, apa kepanjangan dari BMX? BMX sebenarnya merupakan singkatan dari BICYCLE MOTORCROSS. Nama BMX berawal dari kreativitas anak - anak di California yang memodifikasi sepedanya supaya terlihat seperti motorcross yang dipakai oleh pembalap motocross idola mereka. Sepeda BMX ini sebenarnya telah ada sejak tahun 70-an yang diawali dengan ditayangkannya sebuah film pada tahun 1971 yang berjudul ON ANY SUNDAY dimana pada adegan pembuka film tersebut berisi beberapa anak yang sedang mengendarai STING RAY, sebuah jenis sepeda yang populer pada waktu itu. Anak - anak tersebut berpura - pura sedang mengendarai sepeda motor. Adegan inilah yang menginspirasi orang - orang untuk menjadikan sepeda seperti layaknya sepeda motor.
 
Sepeda BMX ini telah ramai digunakan masyarakat sejak abad ke-19 dimana pada saat itu sepeda BMX hanya digunakan untuk racing / balapan hingga akhirnya berkembang menjadi free style (gaya bebas). Ini berhubungan dengan perkembangan sepeda BMX itu sendiri, terutama yang berkaitan dengan pembuatan rangka BMX. Sedangkan awal dari pembuatan sebuah sepeda BMX yang modern sebenarnya dimulai pada tahun 1973 dimana model sepeda BMX pada tahun itu merupakan modifikasi dari jenis sepeda SCHWINN STING RAY.
 
Peminat sepeda BMX ini terus meningkat, hingga akhirnya pada tahun 1974, seorang penggemar BMX yang berasal dari Chatsworth yang bernama Linn Kastan berhasil membuat pasangan pertama garpu tabung BMX di bengkel miliknya, REDLINE. Pada tahun yang sama, atas prakarsa SKIP HESS, seorang pembalap BMX, perusahaan KAWASAKI akhirnya mengenalkan sebuah shocker aluminium. Dan tentunya masih banyak inovasi dan modofikasi yang dilakukan terhadap sepeda BMX di tahun tersebut.
 
Salah satu peristiwa yang tidak kalah pentingnya bagi sejarah perkembangan BMX adalah diadakannya lomba balap BMX terbesar pertama di tahun 1974 yang diadakan di BIRMINGHAM HIGH SCHOOL - VAN NUYS - CALIFORNIA. Dimana yang keluar sebagai pemenang saat itu adalah STU THOMPSON (16 th) untuk kelas Expert, DAVID CLINTON (14 th) untuk kelas JUNIOR, serta BOBBY WATTS untuk kelas amatir. 

sejarah sepeda

         SEJARAH SEPEDA


Sejarah sepeda bermula di Eropa. Sekitar tahun 1790, sebuah sepeda pertama berhasil dibangun di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes. Keduanya belum punya mekanisme sepeda zaman sekarang, batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu. Bisa dibayangkan, betapa canggung dan besar tampilan kedua sepeda tadi. Meski begitu, mereka cukup menolong orang-orang – pada masa itu – untuk berjalan.
Penemuan fenomenal dalam kisah masa lalu sepeda tercipta berkat Baron Karl Von Drais. Von Drais yang tercatat sebagai mahasiswa matematik dan mekanik di Heidelberg, Jerman berhasil melakukan terobosan penting, yang ternyata merupakan peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya.
Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling kebun. Ia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama, Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817. Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan. Pada tahun 1839, ia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada.
James Starley mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. Ia memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle) sedang roda belakangnya sangat kecil. velocipede1.jpgSepeda jenis ini sangat populer di seluruh Eropa. Sebab Starley berhasil membuat terobosan dengan mencipta roda berjari-jari dan metode cross-tangent. Sampai kini, kedua teknologi itu masih terus dipakai. Buntutnya, sepeda menjadi lebih ringan untuk dikayuh.
Sayangnya, sepeda dengan roda yang besar itu memiliki banyak kekurangan. Ini menjadi dilema bagi orang-orang yang berperawakan mungil dan wanita. Karena posisi pedal dan jok yang cukup tinggi, mereka mengeluhkan kesulitan untuk mengendarainya.
Sampai akhirnya, keponakan James Starley, John Kemp Starley menemukan solusinya. Ia menciptakan sepeda yang lebih aman untuk dikendarai oleh siapa saja pada 1886. Sepeda ini sudah punya rantai untuk menggerakkan roda belakang dan ukuran kedua rodanya sama. Namun penemuan tak kalah penting dilakukan John Boyd Dunlop pada 1888. Dunlop berhasil menemukan teknologi ban sepeda yang bisa diisi dengan angin (pneumatic tire). Dari sinilah, awal kemajuan sepeda yang pesat. Beragam bentuk sepeda berhasil diciptakan.
Seperti diketahui kemudian, sepeda menjadi kendaraan yang mengasyikkan. Di Indonesia, perkembangan sepeda banyak dipengaruhi oleh kaum penjajah, terutama Belanda. Mereka memboyong sepeda produksi negerinya untuk dipakai berkeliling menikmati segarnya alam Indonesia. Kebiasaan itu menular pada kaum pribumi berdarah biru. Akhirnya, sepeda jadi alat transpor yang bergengsi.
Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda. Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat “primitif”. Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.
Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.
Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan “mesin” khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah “berani” menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Prancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang. Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang). Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.
Kini, sepeda punya beragam nama dan model. Ada sepeda roda tiga buat balita, sepeda mini, “sepeda kumbang”, hingga sepeda tandem buat dikendarai bersama. Bahkan olahraga balap sepeda mengenal sedikitnya tiga macam perangkat lomba. Yakni “sepeda jalan raya” untuk jalanan mulus yang memiliki sampai 16 kombinasi gir yang berbeda, “sepeda track” dengan hanya 1 gigi serta “sepeda gunung” yang memiliki 24 gigi.

Sejarah sepeda